Wallpaper dinding dapat mengubah suasana ruangan secara drastis, dari yang biasa menjadi tampak mewah dan elegan. Namun, keindahannya bisa sirna jika wallpaper mulai rusak. Seringkali, masalah ini bukan hanya soal kualitas wallpaper, tapi juga kondisi dinding dan cara pemasangannya.
Sebelum panik, yuk kenali beberapa penyebab umum wallpaper dinding rusak dan cara tepat untuk mengatasinya agar dinding Anda kembali sempurna.
Memahami akar masalah adalah kunci pencegahan. Berikut tiga penyebab yang sering membuat wallpaper tidak awet.
Lem adalah perekat utama. Jika lem yang digunakan sudah terlalu lama (kedaluwarsa) atau kualitasnya rendah, daya rekatnya akan menurun drastis seiring waktu. Selain itu, sisa lem yang meluber dan tidak dibersihkan saat pemasangan juga bisa menjadi titik awal wallpaper terlepas.
Ini adalah musuh terbesar wallpaper. Dinding yang lembab, baik karena rembesan air, ruangan yang sering menggunakan AC, atau sirkulasi udara yang buruk, akan membuat kertas wallpaper mengerut dan lemnya kehilangan kekuatan. Pastikan dinding benar-benar kering sebelum pemasangan adalah syarat mutlak.
Pemasangan wallpaper membutuhkan teknik yang tepat. Jika permukaan dinding tidak dibersihkan dengan benar atau jika saat memasang masih ada gelembung udara yang terperangkap, ini akan menjadi titik lemah yang membuat wallpaper cepat terkelupas.
Sudah terlanjur mengelupas? Jangan khawatir, berikut adalah dua solusi utama berdasarkan tingkat kerusakannya.
Menciptakan ruangan yang indah dan nyaman bukan sekadar soal estetika, tapi juga kondisi dinding yang rapi. Dinding yang retak, lembab, atau mengelupas tentu mengurangi kenyamanan dan nilai estetis ruangan. Dengan perbaikan yang tepat serta pilihan finishing yang berkualitas, dinding Anda bisa kembali mulus dan tahan lama.
Dengan perawatan yang tepat, wallpaper berkualitas bisa bertahan 5–10 tahun.
Idealnya, dinding harus kering, rata, dan bebas retak. Dinding lembap sebaiknya diperbaiki dulu.
Gunakan lem berkualitas, pastikan dinding kering, dan hindari pemasangan di area yang sering terkena air.
Bisa. Gunakan jarum untuk membuat lubang kecil, keluarkan udara, lalu oleskan lem dan ratakan kembali.
Teriour.com